DISKRIMINASI ETNIS TIONGHOA DI INDONESIA MASA ORDE BARU
Keywords:
Chinese Ethnic Group; Gorontalo; New OrderAbstract
This study aims to analyze the history of the arrival, life dynamics, and the impact of government policies on the Chinese ethnic group in Gorontalo from the colonial period to the post-Reformation era. The main focus of this research is to understand how migration processes, local community reception, and discriminatory policies during the New Order period influenced the identity, culture, and socio-economic participation of the Chinese community in Gorontalo. The study also highlights the role of the Chinese community in fostering harmony and integration amid ethnic and religious diversity in the region. This research employs a qualitative method with a literature study approach. Data were collected through an in-depth review of books, academic journals, official documents, and historical reports. These secondary sources were supplemented with interviews with informants to enrich the understanding of the local context. The analysis was conducted descriptively and interpretatively, emphasizing the chronology of events, government policies, and the social experiences of the Chinese community in Gorontalo. The research process involved data collection, source selection, verification of source validity, and interpretation to produce a comprehensive understanding. The results indicate that the arrival of the Chinese ethnic group in Gorontalo was influenced by political conditions in their homeland, particularly war and mandatory military service in China. The Chinese community managed to maintain their cultural identity and beliefs despite facing various discriminatory policies during the New Order, such as the prohibition of the Mandarin language, closure of Chinese schools, and restrictions on cultural celebrations. However, Gorontalo proved to be a relatively safe area, with a tolerant local community, so large-scale social conflicts did not occur. In the post-Reformation period, discriminatory policies were revoked, providing the Chinese community with the space to resume cultural traditions and participate widely in social and political life in Indonesia.
Downloads
References
Afiyanto, H. (2019). Menjejak keseharian etnis Tionghoa Madiun 1966'an–2000'an. Candrasangkala: Jurnal Pendidikan dan Sejarah. https://jurnal.untirta.ac.id
Aini, N., & Yuni, R. (2025). Kedatangan etnis Tionghoa yang mempengaruhi budaya lokal di Bagansiapiapi. Jurnal Dinamika Pendidikan Nusantara. https://ejurnals.com/xxxx
Akmaliah, W. (2015). Indonesia yang dibayangkan: Peristiwa 1965–1966 dan kemunculan eksil Indonesia. Jurnal Masyarakat dan Budaya. https://ejournal.brin.go.id
Amirullah, A. (2023). Sejarah perkembangan etnis Tionghoa Muslim Palembang. Soeloeh Melajoe: Jurnal Magister Peradaban. https://jurnal.radenfatah.ac.id/xxxx
Anggraeni, S., & Purwaningsih, S. M. (2022). Kekerasan terhadap perempuan etnis Tionghoa dalam kerusuhan Mei 1998 di Surabaya. Avatara: Jurnal Pendidikan Sejarah. https://ejournal.unesa.ac.id/xxxx
Apandi, A., Cahyani, A. R., & Sari, F. R. (2025). Dinamika politik dan militer di Indonesia dalam konteks pemberontakan dan peralihan kekuasaan (1946–1965). Journal of Indonesian Social. https://journal.unnes.ac.id
Arif, S., & Ekwandari, Y. S. (2020). Pola permukiman etnis Tionghoa di Bandar Lampung: Suatu tinjauan historis. Repository LPPM, Universitas Lampung. https://repository.unila.ac.id/xxxx
Armiwulan, H. (2016). Gender responsive. [Penerbit Tidak Disebutkan].
Arta, K. S. (2022). Situasi politik Indonesia pada masa Demokrasi Terpimpin 1959–1966. Candra Sangkala: Jurnal Pendidikan Sejarah. [tautan mencurigakan telah dihapus]
Aryani, M. K. (2022). Inpres No. 14 Tahun 1967: Bentuk diskriminasi pemerintah Orde Baru terhadap etnis Tionghoa. JEJAK: Jurnal Pendidikan Sejarah & Sejarah. https://online-journal.unja.ac.id/xxxx
Assyakurrohim, D., Ikhram, D., & Sirodj, R. A. (2022). Metode studi kasus dalam penelitian kualitatif. ResearchGate. https://www.researchgate.net/publication/xxxx
Aziz, M. (2013). Identitas pemuda Tionghoa pasca reformasi: Nasionalisme dalam transformasi kepemimpinan pada organisasi sosial di Lasem, Jawa Tengah. Jurnal Studi Pemuda, 2(2).
Cahyaningtiyas, I. A., & Putra, C. R. W. (2020). Diskriminasi terhadap etnik Tionghoa dalam novel Entrok karya Okky Madasari. KREDO: Jurnal Ilmiah Bahasa dan Sastra. https://jurnal.umk.ac.id/xxxx
Chessiagi, L., Darmawan, W., & Ma’mur, T. (2018). Dinamika kehidupan sosial budaya etnis Tionghoa dalam bingkai kebijakan asimilasi Orde Baru (1966–1998). FACTUM: Jurnal Sejarah. https://ejournal.upi.edu/xxxx
Dahana, A. (2000). Kegiatan awal masyarakat Tionghoa di Indonesia. Jurnal Wacana, 2(1).
Eriyanti, F. (2006). Dinamika posisi identitas etnis Tionghoa dalam tinjauan teori identitas sosial. Demokrasi. https://neliti.com/xxxx
Fadli, M. R., & Kumalasari, D. (2019). Sistem pendidikan Indonesia pada masa Orde Lama (periode 1945–1966). Agastya: Jurnal Sejarah dan Pendidikan. https://academia.edu
Fittrya, L. (2013). Tionghoa dalam diskriminasi Orde Baru tahun 1967–2000. Avatara: Jurnal Pendidikan Sejarah. https://ejournal.unesa.ac.id
Gayatri, I. H., dkk. (2019). Tionghoa dan keindonesiaan: Komunitas Tionghoa di Semarang dan Medan. Yayasan Pustaka Obor Indonesia.
Habiburrohman, M. (2022). Pembentukan identitas etnis dan keagamaan masyarakat Muslim Cina Benteng di Tangerang, Banten. Jurnal Thaqafiyyat. https://researchgate.net/xxxx
Ilhami, M. W., Nurfajriani, W. V., & Mahendra, A. (2024). Penerapan metode studi kasus dalam penelitian kualitatif. Jurnal Ilmiah Wahana. https://jurnal.peneliti.net/xxxx
Jati, L. E., & Trilaksana, A. (2013). Undang-undang anti diskriminasi Tionghoa di Indonesia pada tahun 1998–2008. Jurnal Avatara: E-Journal Pendidikan Sejarah, 1(2).
Kristiyanto, A. A. D., & Suhassatya, G. K. (2026). Persatuan Indonesia: Bersatunya etnis Tionghoa dengan kaum pribumi–Jawa dalam peristiwa Perang Kuning. Jurnal Inovasi Pembelajaran. https://journal.fexaria.com/xxxx
Kusmayadi, Y. (2017). Politik luar negeri Republik Indonesia pada masa konfrontasi Indonesia-Malaysia tahun 1963–1966. Jurnal Artefak. https://jurnal.unigal.ac.id
Latif, F. R., Yulan, Y., & Malae, A. K. (2022). Diskriminasi etnis Tionghoa di Gorontalo masa Orde Baru. Jambura History and Culture Journal. https://ejurnal.ung.ac.id
Mahanum, M. (2021). Tinjauan kepustakaan. ALACRITY: Journal of Education. https://lpppipublishing.com/xxxx
Manungkalit, N. (2023). Aktivitas perekonomian etnis Tionghoa di Siak Sri Indrapura pada masa Orde Baru (1966–1998). Jurnal Dinamika Sosial Budaya. https://journals.usm.ac.id
Maryuni, Y. (2019). Terbukanya kran demokrasi etnis Tionghoa di Indonesia. Jurnal Pendidikan “Jendela Pengetahuan”, 6.
Marzali, A. (2011). Pemetaan sosial-politik kelompok etnik Cina di Indonesia. Masyarakat Indonesia. https://neliti.com/xxxx
Nurhayati, N., & Aksa, A. (2020). Tionghoa (Muslim) di Makassar: Studi atas pembaurannya dalam bidang budaya dan ekonomi pada masa Orde Baru. Yupa: Historical Studies Journal. https://jurnal.fkip.unmul.ac.id
Olivia. (2021). Ringkasan umum kebudayaan masyarakat Tionghoa di Indonesia. Kanisius.
Pratama, A. (2016). Partisipasi politik etnis Tionghoa di Indonesia. Jurnal Ilmu Politik dan Pemerintahan. https://jurnal.unsil.ac.id
Putri, S., Budianto, E. W. H., & Dewi, N. D. T. (2023). Bank Bukopin Syariah dan Konvensional: Studi pustaka (library research) dan bibliometrik VOSviewer. Academia.edu. https://www.academia.edu/xxxx
Romadhan, F., & Asri, Z. (2024). Ketidakstabilan politik Indonesia tahun 1959–1966. Jurnal Kronologi. https://kronologi.ppj.unp.ac.id
Safarudin, R., Zulfamanna, Z., & Kustati, M. (2023). Penelitian kualitatif. J-Innovative Science Research. https://j-innovative.org/xxxx
Setiawan, Y., Yudi Prasetyo, S. S., & Fajriyah, I. (2019). Dinamika kehidupan sosial budaya etnis Tionghoa di Sidoarjo tahun 1998–2019. Repository Universitas PGRI Delta. https://repository.universitaspgridelta.ac.id/xxxx
Shanti, D. R., Retnaningtiyas, W., & Sa’adah, I. N. (2022). Etnis Tionghoa di Kabupaten Ciamis: Diaspora dan dinamika permukimannya pada abad ke-19 hingga pertengahan abad ke-20. PURBAWIDYA: Jurnal Sejarah. https://ejournal.brin.go.id/xxxx
Sibawati, I. (2024). Eksistensi etnis Cina di bawah pemerintahan Orde Baru, 1966–1998. TAMADDUN: Jurnal Ilmu Sosial, Seni, dan Budaya. https://ejournal.ahs-edu.org/xxxx
Suhandinata, J. (2009). WNI keturunan Tionghoa dalam stabilitas ekonomi dan politik Indonesia. Gramedia Pustaka Umum.
Sujana, A. M., & Wardah, E. S. (2020). Etnis Tionghoa: Pluralisme dan regulasi birokrasi di Indonesia. Alur Sejarah. [Data jurnal tidak lengkap pada sumber asli].
Suryani, S., & Azmy, A. S. (2020). Identitas politik dan multikulturalisme: Penguatan identitas politik etnis Tionghoa pasca Orde Baru. Perspektif. https://ojs.uma.ac.id/xxxx
Susanti, I. E. (2015). Lumpia Semarang pada masa Orde Baru (Lumpia sebagai identitas budaya etnis Tionghoa peranakan Semarang). Avatara: Jurnal Pendidikan Sejarah. https://ejournal.unesa.ac.id
Susanto, A. A. (2023). Partisipasi politik etnik Tionghoa: Tantangan dan hambatan. Prosiding Konferensi Nasional Sosiologi (PKNS). https://pkns.portalapssi.id/xxxx
Susetyo, D. B. (2002). Krisis identitas etnis Cina di Indonesia. Psikodimensia-Kajian Ilmiah Psikologi. https://www.researchgate.net
Yunus, R. (2019). Pembauran etnis Tionghoa dan Gorontalo pada sektor ekonomi ditinjau dalam perspektif sejarah. Jambura History and Culture Journal, 1(1).
Zaenal, M., & Winarni, R. (2017). Pelaksanaan kebijakan pemerintah Indonesia terhadap etnis Tionghoa di Kota Malang tahun 1967–2000. Jurnal Publika Budaya, 5(2).
Zamroni, M. M., & Purwaningsih, S. M. (2019). Islamisasi masyarakat Tionghoa Surabaya masa Orde Baru. Avatara: Jurnal Pendidikan Sejarah. https://ejournal.unesa.ac.id
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Resmiyati Yunus, Andris K. Malae

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

