Pergulatan Doktrin Politik Nahdlatul Ulama: (Refleksi Masa kolonial Belanda, Jepang, Era Kemerdekaan, Orde Baru Hingga Pasca Reformasi di Indonesia)
Abstract
Tujuan penelitian ini, untuk mengetahui pergulatan doktrin politik Nahdlatul Ulama (NU) mulai dari masa Kolonial, Jepang, Era Kemerdekaan, Orde Baru, hingga Pasca Reformasi di Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan studi pustaka sebagai sumber data sekunder, termasuk buku, jurnal, dan penelitian sebelumnya. Temuan penelitian menunjukkan; (1) Pada masa penjajahan Belanda, doktrin politik NU mencerminkan strategi "Wait and See," dengan fokus pada perlindungan nilai-nilai agama Islam, penekanan pada identitas Islam di Indonesia, dan kerja sama dengan organisasi Islam lainnya dalam perjuangan kemerdekaan dan keadilan. (2) Masa penjajahan Jepang, NU beradaptasi dengan perubahan politik. Awalnya, mereka berkolaborasi dengan Jepang, tetapi kemudian menjadi kritis terhadap kebijakan Jepang terutama terkait seikeirei yang bertentangan dengan prinsip tauhid Islam. NU menentang penindasan, menggunakan pendekatan diplomasi, dan membangun basis kekuatan di kalangan pesantren dan kyai. (3) Era Kemerdekaan, doktrin politik NU mencerminkan adaptasi terhadap perubahan situasi politik. Mereka mendukung kemerdekaan dan nilai-nilai Islam dalam negara yang pluralis, serta berperan dalam pemerintahan. Pasca-kemerdekaan, NU menghadapi berbagai tantangan, termasuk hubungan dengan pemerintah, politik nasional, dan peran agama dalam masyarakat modern. (4) Era Orde Baru, doktrin politik NU mengalami perubahan, dengan fokus pada kegiatan sosial, keagamaan, pendidikan, dan dakwah. Meskipun sebagian anggota terlibat dalam politik praktis dan mendukung partai politik, NU tetap menjaga komitmen pada nilai-nilai Islam dan peran sosial mereka. (5) Era Reformasi hingga Pasca Reformasi, NU mengalami evolusi dalam pendekatan politiknya. Mereka mendukung demokrasi, pluralisme politik, hak asasi manusia, transparansi, akuntabilitas, dan perlawanan terhadap korupsi. Selain itu, NU terlibat dalam politik praktis. Meskipun terdapat distorsi, NU terus berusaha menjaga keseimbangan antara mendukung pemerintah dan mempertahankan integritas nilai-nilai Islam serta peran sosial mereka dalam masyarakat Indonesia.
Downloads
References
Adlini, M. N., Dinda, A. H., Yulinda, S., Chotimah, O., & Merliyana, S. J. (2022). Metode Penelitian Kualitatif Studi Pustaka. Edumaspul: Jurnal Pendidikan, 6(1), 974–980.
Ahmad Rofii. (2014). Politik Kebangsaan Nahdlatul Ulama Perspektif Pemikiran Kh. Abdul Muchith Muzadi. Al-Daulah: Jurnal Hukum Dan Perundangan Islam, 4(2), 388–409.
Anwar, C. (2018). Islam Dan Kebhinekaan Di Indonesia: Peran Agama Dalam Merawat Perbedaan. Zawiyah: Jurnal Pemikiran Islam, 4(2), 1.
Daud, S. (2021). Re-Orientasi Politik Nu. Perpustakaan Nasional Ri: Katalog Dalam Terbitan (Kdt) Re-Orientasi.
Haris, M. (2015). Partisipasi Politik Nu Dan Kader Muslimat Dalam Lintas Sejarah. Al-Tahrir, 15(284–306).
Hidayat, A. (2019). Nahdlatul Ulama Pada Masa Pemerintahan Presiden Soekarno (1945-1966). Herodotus: Jurnal Pendidikan Ips, 2(3), 272–282.
Hidayati, A. (2015). Nahdlatul Ulama (Nu) Di Era Reformasi: Studi Tentang Muslimat Nu Periode 2011-2014 Dan Khittah Nu 1926. Http://Repository.Uinjkt.Ac.Id/Dspace/Handle/123456789/30321
Imamah, D. M. (2015). Da ’ Wah Strategy Nahdlatul Ulama (Nu) In Japanese Occupation Era. Jurnal Bimas Islam, 8(11), 163–199.
Masdar, H. (2010). Reformulasi Teologi Politik Nu. Repository Unisa, 176–190.
Michael H. Hart. (2009). 100 Tokoh Paling Berpengaruh Di Dunia. Penerbit. Noura Books (Pt Mizan Publika) Jakarta.
Muhammad, F. (2017). Dinamika Pemikiran Dan Gerakan Politik Nahdlatul Ulama. Kalam, 10(2), 57.
Rahman, A., Nurlela, N., & Rahmawan, A. D. (2020). Relasi Islam Kultural Dan Politik Islam Dalam Mewujudkan Masyarakat Madani Di Indonesia. Supremasi: Jurnal Pemikiran, Penelitian Ilmu-Ilmu Sosial, Hukum Dan Pengajarannya, 15(1), 69. Https://Doi.Org/10.26858/Supremasi.V15i1.13431
Sahi, Y., Kamuli, S., & Djaafar, L. (2023). Criminological Review Of Commercial Sex Workers Regarding The Misuse Of Michat And Prevention Efforts In The City Of Gorontalo. Jurnal Kewarganegaraan, 7(1), 1140–1147.
Sariroh, S., Ali, M., Amri, A., & Syakur, A. (2022). Doktrin Keagamaan Nahdlatul Ulama Sebagai Role Model Toleransi Umat. Poros Onim: Jurnal Sosial Keagamaan, 3(2), 102–113.
Suhaendar, M. (2021). Peranan Kh. Hasyim Muzadi Dalam Mengemmbangkan Nu Pada Era Reformasi Tahun 1999-2004. In Uin Smh Banten.
Tambunan, F. (2019). Doktrin Pentingkah?: Minimnya Pemahaman Jemaat Gereja-Gereja Protestan Di Sumatera Utara Tentang Doktrin-Doktrin Dasar Dalam Kekristenan. Illuminate: Jurnal Teologi Dan Pendidikan Kristiani, 2(1), 14–28. Https://E-Journal.Sttbaptis-Medan.Ac.Id/Index.Php/Illuminate/Article/View/53
Vera, S. (2017). Konsep Keterampilan Refleksi Dalam Konseling Konvensional Menurut Perspektif Islam. In Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Darussalam Banda Aceh. Http://Www.Albayan.Ae
Zahratana, A., & Ridho., M. I. (2023). Membaca Politik Kebangsaan Nu Dan Muhammadiyah. Mozaic: Islamic Studies Journal, 2(1), 10–19.
Zainuri, A. (2021). Doktrin Kultural Politik Nu. Al-Tsaqafa: Jurnal Ilmiah Peradaban Islam, 18(2), 176–190.
Zubaidi, A. (2021). Ahlussunah Wal Jamaah ’ S Political Practices In Post-Reform Indonesia Praktik Politik Ahlussunah Wal Jamaah Di Namun Indonesia Bukan Negara Islam . Hal Ini Menjadi Menarik Karena Sebagai Negara Berpenduduk Muslim Terbesar Di Dunia Tetapi Indonesia Tidak . 2(2), 273–296.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2023 JURNAL POLAHI

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

